Kontribusi Nyata Kaum Muda dengan Semangat Kolaborasi Membangun Indonesia Pasca Pandemi Covid-19

Kontribusi Nyata Kaum Muda dengan Semangat Kolaborasi Membangun Indonesia Pasca Pandemi Covid-19

Penulis: M. Raihan Gunawan

Sumber: Pixabay.com

Pandemi Covid-19 telah mengubah dunia secara dramatis. Bukan hanya sebatas masalah kesehatan, penyebaran virus merembet pula ke krisis ekonomi global. Pada krisis 2009, pertumbuhan ekonomi global masih sebesar -0,1%. Satu dekade setelahnya, meningkat di angka 2,9%. Pandemi Covid-19 memukul perekonomian dunia, sehingga tahun ini diprediksi merosot ke -3%. (Pusparisa, 2020).

Berdasarkan kajian teori ilmu ekonomi, pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berakibat pada penurunan Agregat Supply (AS) dalam perekonomian yang diikuti dengan penurunan jumlah produksi atau quantitiy (Q). Kondisi dimana masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu untuk melakukan aktivitas di rumah (stay at home), berdasarkan hukum supply dan demand, lambat laun akan menyebabkan penurunan permintaan secara agregat atau Agregat Demand (AD) yang berujung pada jumlah produksi yang terus menurun. (Azhar, 2020).

Eksistensi Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia, menjadi peluang yang besar untuk bangkit dari berbagai keterpurukan, khususnya dalam bidang ekonomi. Hal itu dapat dilakukan dengan kolaborasi yang baik antar umat Islam dengan cara memberikan peran terbaiknya melalui berbagai model filantropi dalam Ekonomi dan Keuangan Syariah. Hal ini juga didukung dengan melimpahnya sumber daya manusia usia produktif yang mencapai 68,75% dari total populasi pada tahun 2020. (Kusnandar, 2019). Peran ini diharapkan dapat membangun kembali Indonesia pasca pandemi Covid-19 dengan berfokus pada pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat secara nasional.

Di antara solusi yang ditawarkan dalam model dan sistem Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam, ada satu cara yang dianggap penulis mampu merekonstruksi pembangunan ekonomi pasca pandemi covid-19, yaitu penyaluran bantuan langsung tunai yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah, baik yang berasal dari unit-unit pengumpul zakat maupun dari masyarakat. Khusus untuk zakat yang ditunaikan, penyalurannya dapat difokuskan kepada orang miskin yang terdampak Covid-19 secara langsung, sebagai salah satu yang berhak menerimanya (mustahik). Poin ini menjadi salah satu skema filantropi Ekonomi Islam yang memiliki potensi besar bagi perekonomian masyarakat.

Namun sayangnya, realisasi zakat yang masuk ke Baznas masih jauh dari harapan. Realisasi zakat di akhir tahun 2018 tercatat hanya Rp8,1 triliun, padahal potensinya mencapai Rp252 triliun. (Reily, 2019)

Kini sudah saatnya kaum muda mengambil peran strategis dengan semangat kolaborasi mendukung pembangunan Indonesia pasca covid-19. Kegiatan yang bisa dilakukan adalah seperti penguatan kampanye dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat. Kemudian, literasi perhitungan zakat dapat dikuatkan dengan kolaborasi antara pusat Zakat di masjid dan kampus-kampus. Karena rendahnya literasi masyarakat menjadi faktor pemicu rendahnya realisasi zakat di Indonesia.

Selanjutnya, di era media sosial saat ini perlu menyerukan gerakan Solidarity Fund secara nasional yang dimotori langsung oleh kaum muda dan didukung oleh seluruh media mainstream nasional serta media sosial resmi pemerintah dan masyarakat. Pada akhirnya, jika program bantuan langsung tunai, zakat, infak, dan wakaf, baik untuk masyarakat maupun sektor usaha atau UMKM yang bersinergi dengan kaum muda, betul-betul dapat digalakkan, maka upaya tersebut diharapkan dapat menaikkan kembali aggregate demand dan aggregate supply ke kanan (dalam kurva demand and supply) diikuti dengan pengembangan pasar daring yang fokus kepada UMKM yang mempertemukan permintaan dan penawaran, sehingga terbentuk surplus ekonomi untuk membantu pembangunan Indonesia pasca Covid-19.



Sumber Referensi
Azhar. (2020, Mei 4). kemenkeu.go.id. Retrieved from
https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel-dan-opini/solusi-ekonomi-dankeuangan-islam-saat-pandemi-covid-19/
Kusnandar, V. B. (2019, September 9). Retrieved from databoks.katadata.co.id:
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/09/berapa-jumlahpenduduk-usia-produktif-indonesia
Pusparisa, Y. (2020, April 29).
katadata.co.id. Retrieved from katadata.co.id:
https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/5ea8eaf4bc6eb/dunia-diambang-krisis-ekonomi-terburuk
Reily, M. (2019, Mei 16).
katadata.co.id. Retrieved from
https://katadata.co.id/pingitfajrin/berita/5e9a51913c5c2/serahkan-rp-55-jutake-baznas-jokowi-ajak-umat-muslim-tunaikan-zakat


Comments